LVIV - Pemain Denmark, Nicklas Bendtner tak terima dengan sanksi UEFA
terkait aksi pamer celana dalam bermerek Paddy Power pada laga kontra
Portugal 13 Juni lalu.
Bendtner juga merasa kesal karena ia
didenda 100 ribu euro (sekitar Rp 1,1 miliar) serta dilarang mengikuti
satu laga kualifikasi Piala Dunia 2014.
’’Kami akan mengajukan
banding atas keputusan itu,’’kata Bendtner. Pemain yang musim lalu
merumput di Liga Inggris bersama Arsenal ini mengaku tak tahu jika telah
melanggar peraturan.
Setelah kasus ini mencuat di media massa,
dirinya baru mengetahuinya. UEFA secara resmi menjatuhkan sanksi berupa
hukuman denda dan larangan bertanding bagi Bendtner, Senin, (18/6).
Sanksi
tersebut buntut dari aksi selerbrasi yang dilakukan pemain berusia 24
tahun usai mencetak gol ke gawang Selecao. Bendter dianggap melakukan
tindakan tak patut dengan memperlihatkan tulisan sponsor di garis
pinggang celana dalamnya saat merayakan gol. UEFAsendiri memberikan
waktu tiga hari bagi Bendtner untuk banding.
Jika tak dikabulkan,
maka dipastikan dirinya absen membela Tim Dinamit dalam laga
kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Republik Ceko, September mendatang.
Terpisah, perusahaan Paddy Power memastikan akan memberikan dukungan
penuh kepada Bendtner. Pihak perusahaan sangat terkejut dengan beratnya
denda yang dijatuhkan UEFA.
’’Ini hanyalah keputusan histeris dan
sinis dari UEFA. Denda tersebut bahkan lebih mahal dari denda untuk
kasus serius seperti rasisme,’’ ujar pihak perusahaan seperti yang
dirilis Daily Mail.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar